Header Ads

madu4d

Curi Biskuit 6 Tahun lalu, Remaja ini kirim Uang dan Surat Permohonan Maaf

Jika kamu pernah melakukan tindakan nakal tersebut saat masih kecil dan mengingatnya kembali, kamu pasti akan merasa bersalah. Bagi sebagian orang rasa bersalah itu cukup berat ditanggung.

Seperti kisah seorang remaja yang dilansir dari Worlofbuzz ini.Remaja berusia 15 tahun ini merasa bersalah karena kenakalan yang ia lakukan 6 tahun lalu.meski telah berselang cukup lam, rupanya tindakan yang dilakukan oleh anak itu tak dapat terlupakan.

Anak yang kini berusia 15 tahun tersebut rupanya pernah melakukan tindakan pencurian disebuah supermarket. Meski tak ada yang mengetahui akan tetapi rasa bersalah tetap ada.

Tulis surat permintaan maaf dan berikan uang ganti rugi

Remaja 15 tahun yang tak diketahui namanya tersebut memberikan sebuah surat dan juga uang tunai kepada seorang pegawai supermarket di Shah Alam,Selangor,Malaysia.Surat tersebut berisikan surat permohonan maaf atas kelakuannya saat berusia 9 tahun.

Dalam surat yang diunggah oleh akun Twitter @Cameliamalika26 lau remaja tersebut menyebutkan jika saat berusia 9 tahun, ia pernah mencuri biskuit berbentuk ikan yang berada di bagian makanan,Bukan sekali atau dua kali saja,akan tetapi ia mengaku cukup sering mencuri biskuit tersebut setelah pulang sekolah.

Dalam surat tersebut ia bercerita bahwa setelah  menginjak usia 15 tahun, tindakan yang dilakukan tersebut salah, ia juag memohon maaf serta memberikan uang tunai sebesar 30 ringgit atau sekitar Rp 100 ribu sebagai bentuk ganti rugi.

Ia juga meminta maaf jika tak bisa melakukan secara langsung. Hal ini dikarenakan ia telah pindah rumah. Dalam surat tersebut, remaja 15 Tahun itu juga menggambarkan tiga ekor ikan yang menunjukkan bentuk biskuit yang dimaksud.

Aksi remaja 15 tahun tersebut sontak saja menjadi sorotan netizen. Bahkan tak sedikit pula netizen yang merasa terharu dan bangga akan tindakan permintaan maaf tersebut. Bahkan, bebrapa ada yang merasa gemas serta turut mendoakan sang remaja tersebut.


No comments:

Powered by Blogger.