Kondom Bekas Berserakan, Kost 'Drive Thru' Blitar Kerap Jadi Langganan Pelajar Buat Mesum Langganan Pelajar Buat Mesum, Kost ‘Drive Thru’ Blitar
TOGEL ONLINE – Kost ‘Drive Thru’ Blitar Kerap Jadi Langganan Pelajar Buat Mesum – Fenomena kost drive thru kembali mengejutkan warga Blitar. Istilah kost drive thru muncul karena kost disewakan hanya beberapa jam untuk melakukan kegiatan mesum. Saat polisi melakukan penggerebekan kost di kawasan Kelurahan Bajang, Kabupaten Blitar, terciduk beberapa remaja yang masih di bawah umur sedang melakukan hubungan layaknya suami-istri.
Di lokasi kost tersebut polisi juga menemukan kondom bekas dan tisu berserakan di dalam kamar yang disewakan.
Kost drive thru menyasar pelajar

Pada tahun 2017 polisi pernah menggerebek kost drive thru yang juga terdapat di Blitar. Meski telah diberi peringatan, nyatanya penyedia kost tetap nekat menyewakan kamar yang diduga menjadi tempat mesum para pelajar.
Mereka bukan penghuni kost di situ. Untuk apa menginap hanya beberapa jam, kalau tidak untuk berbuat begitu,” kata Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi.
Biasanya pemilik kost akan memasang tarif murah untuk pelajar yang membutuhkan kamar untuk berbuat mesum.
Keterangan yang kami dapat, rumah ini disewakan per jam sudah selama satu tahun ini. Kebanyakan yang sewa kamar adalah pelajar, sesuai dengan kantong tarifnya,” tandasnya.
Polisi amankan 5 pelajar SMK

Di sebuah rumah yang cukup besar di Kelurahan Bajang, Kabupaten Blitar tersebut, kamar-kamar disekat menggunakan papan kayu seadanya. Polisi menggerebek lokasi mesum berkedok kost tersebut dan menemukan 5 pelajar SMK yang masih di bawah umur. Polisi menindaklanjuti laporan warga yang curiga dengan kost itu.
Kami bersama warga sekitar pukul 15:30 WIB mendatangi rumah. Alamatnya di Lingkungan Keningaran Rt.01/03 Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun. Dan ternyata benar dugaan warga. Kami temukan tiga pasangan sedang berbuat mesum di tiga kamar berlainan, ” kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi.
Baca Juga : Mahasiswi Rekayasa Dirinya Diculik Untuk Beli iPhone X
Enam orang yang diamankan tersebut diantaranya 3 pelajar perempuan, 2 pelajar laki-laki dan juga seorang lelaki dewasa. Saat dimintai keterangan, mereka mengaku sebagai pasangan kekasih yang menyewa 3 kamar berbeda. Kamar tersebut disewa dengan tarif Rp 50 ribu per 3 jam.
Polisi juga mengamankan seorang perempuan paruh baya (68) berinisial ED yang mengontrak di rumah milik Lukito. Kepada polisi, ED mengaku sudah satu tahun menyewakan kamar drive thru tersebut. ED juga mengatakan kebanyakan penyewa kamar adalah pelajar.
Ditemukan kondom berserakan di dalam kamar

ED sebagai pengontrak rumah tersebut tak bisa mengelak lagi setelah ditemukan barang bukti berupa kondom-kondom bekas di dalam kamar kost. Kost tersebut tampak memprihatinkan dengan kondom, tisu dan juga botol-botol bekas berserakan dimana-mana.
Sepertinya habis dipakai langsung dibuang seenaknya. Ini berserakan dan ada di mana-mana. Yang banyak ditemukan bercampur tisu bekas, termasuk botol-botol bekas air mineral juga dibuang dimana-mana,” ungkap Sodik.
MADU4D – Di pintu kamar juga terlihat daftar harga sewa kamar kost yang disewakan per 3 jam. Tipe kamarnya pun juga cukup beragam tergantung fasilitas yang disediakan.
Yakin, tipe C Rp 20.000, tipe C1 Rp 30.000, tipe B1 Rp 40.000, tipe A Rp 50.000. Harga tersebut berlaku untuk Senin-Jumat, sedangkan saat hari libur harganya akan bertambah Rp 10.000 untuk setiap tipe.
Baca Juga: Aksi Anjing Yang Melerai Kucing sedang Berantam
Warga sekitar yang resah dengan keberadaan kost tersebut meminta polisi untuk melakukan pengecekan.
Siang malam ramai anak-anak muda pasangan gitu. Kami belum menemukan yang pakai seragam, tapi kalau dilihat masih kecil-kecil. Mungkin pelajar SMA ya.” kata pemuda setempat yang ikut menggerebek.
Fenomena kost drive thru di Blitar memang sangat memprihatinkan, mengingat peminatnya adalah pelajar yang masih di bawah umur. Kepada masyarakat, polisi menghimbau para orangtua untuk mengawasi pergaulan anaknya supaya tidak nekat melakukan perbuatan yang tak seharusnya.




No comments: